Menu

Komunitas REIM Singaraja, Wadahi Anak Muda Penggiat Musik Bali Utara

25 Desember 2021 | 154 views

Komunitas REIM Singaraja, Wadahi Anak Muda Penggiat Musik Bali Utara

RAKYAT BALI, Singaraja - Komunitas Reimagination atau yang akrab disebut REIM merupakan komunitas yang berasal dari Singaraja, Bali yang mewadahi kreativitas anak muda Singaraja, khususnya dalam musik.

Ditemui RAKYAT BALI, salah satu perintis berdirinya REIM, Kadek Agus Sutika Utama Putra mengungkapkan, REIM didirikan untuk memberikan ruang bekreasi bagi para anak muda mulai SMP, SMA hingga mahasiswa.

“Jadi REIM ini sudah berdiri sejak 2018 lalu. Saya bersama banyak rekan-rekan yang mendukung berdirinya REIM melihat bagaimana dunia permusikan di Singaraja. Kota Singaraja telah melahirkan banyak musisi profesional. Namun, perlakuan bagi musisi pemula masih underestimated. Sehingga REIM dibentuk untuk mewadahi para anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia musik tanpa memandang perbedaan kemampuan dalam bermusik. Jadi setiap orang atau talent yang bergabung mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama di dalam REIM,” ungkap Kadek saat ditemui di Homebro Coffee Bar, Rabu (22/12/2021).

Ia menyebut, REIM hingga kini telah mampu mewadahi ribuan anak muda dari usia 14 tahun keatas untuk menyalurkan bakat mereka dalam musik.

“Sudah ribuan yang ikut, baik itu jadi talent atau performer, stage crew, videografer, fotografer dan lainnya. Karena dalam musik terutama dalam event terdapat berbagai divisi yang ada,” ujar Kadek.

Sambil bernostalgia, Kadek menuturkan, perjuangan REIM sebagai komunitas yang diikuti oleh mayoritas anak dalam kategori di bawah umur cukup berat. Ia mengaku, pihaknya sampai menemui pihak sekolah hingga orang tua siswa yang bergabung dalam komunitas REIM agar memperbolehkan anak didiknya mengikuti event yang diselenggarakan oleh REIM.

“Sempat juga menemui orang tua siswa dan pihak sekolah yang anak didiknya tergabung dalam REIM, juga kami menyampaikan permohonan kepada sekolah yang ada di Singaraja untuk mengajak para siswa-siswi yang tertarik dalam bermusik untuk bergabung dalam REIM maupun event yang terselenggara,” kata Kadek yang juga merupakan gitaris band asal Singaraja, Pride of Lion.

Selama tiga tahun berdiri, REIM telah menorehkan berbagai prestasi mulai kancah daerah hingga nasional bahkan mancanegara.

“Para talent ada yang telah meraih prestasi di berbagai kompetisi, dan beberapa waktu lalu, kami mempercayai musisi pemula untuk mengikuti event cipta lagu yang digelar oleh Kemenparekraf dan mereka sukses masuk dalam 50 lagu terbaik. Ada juga talent yang masuk hingga ke event se-asia tenggara,” ujarnya.

Namun, dibalik masifnya perjalanan komunitas REIM, Kadek mengungkapkan, pemerintah masih belum memberikan andil besar dalam mendukung kreativitas para anak muda dalam dunia musik termasuk komunitas REIM.

“Hingga saat ini, pemerintah masih belum memberikan uluran tangan kepada REIM, jangankan terkait pendanaan, pengakuan dan legalitas kami masih belum begitu diakui. Jadi kami berpasrah akan hal itu dan tetap berusaha untuk mengembangkan REIM,” kata pria asal Singaraja ini.

Kadek mewakili komunitas REIM berharap, nantinya tidak ada lagi pembatas antara para pemusik profesional dan pemula di Singaraja dan dalam wilayah yang lebih luas.

“Dari REIM kami selalu mengutamakan attitude dan etika, tidak membedakan antar genre, saling bergandengan antara pemula dan profesional sehingga saya sangat berharap, beberapa tahun kedepan, sepuluh tahun kedepan, tidak ada sekat antara musisi pemula dan profesional atau pemikrian underestimaed bagi musisi pemula,” harapnya.

Sebagai informasi, REIM merupakan komunitas non profit dengan sumber dana kolektif dari penjualan merchandise serta sumbangan dari pihak yang mendukung REIM.