Menu

REIM Space dan Upaya-upaya Membangun Ekosistem Bermusik di Kota Singaraja | Ekosistem Seperti Apa?

10 Maret 2022 | 210 views

REIM Space dan Upaya-upaya Membangun Ekosistem Bermusik di Kota Singaraja | Ekosistem Seperti Apa?

Selasa 8 Maret 2022 ada acara launching video musik yang digarap oleh “REIM Space” di Homebro Coffee Bar, Singaraja.  Acara itu bertajuk “Break”. REIM membangun agenda acaranya dengan dinamis, tidak hanya sekadar launching dan pemutaran musik video semata. Setelah menonton musik video secara bersama-sama, acara dilanjutkan dengan talkshow tentang video musik “Break”. Ada pula showcase dari REIM Space. Acara berjalan begitu intim. Saya sangat beruntung ada di tempat itu.

REIM Space merupakan sebuah wadah atau ruang berbasis komunitas. Komunitas ini terbentuk atas dasar rasa peduli dari Kadek Agus Sutika Utama Putra terhadap minat bermusik dalam kalangan muda-mudi di kota Singaraja. Kadek Agus bisa disebut sebagai salah satu founder dari REIM Space.  Bagi dia, berdirinya REIM Space ini bertujuan untuk membentuk kesadaran dasar dalam membangun ekosistem bermusik terutama di kota Singaraja.

Ketika menyaksikan bersama musik video yang digarap oleh teman-teman REIM, saya sebagai penikmat musik , meski penikmat yang begitu awam, tentu  sangat menikmati tontonan itu. Saya melihat bagaimana setiap detik bagian demi bagian video musik yang digarap full set hanya dalam satu gedung dengan lampu warna itu. Tidak ada adegan di luar ruangan, hanya satu ruang yang mereka maksimalkan kegunaannya.

Dengan alunan musik yang tidak begitu menghentak ala rock alternatife dan alunan lirik rap/hip-hop, ini adalah salah satu musik yang begitu segar untuk diperbincangkan atau sekalipun diperdebatkan dalam ranah musik hari ini. “Break”, bagi mereka adalah sebuah prosess beristirahat sejenak tidaklah sebuah kesalahan, tapi saya percaya bahwa kita memiliki tafsir berbeda-beda tentang istirahat.

Tapi yang menarik adalah bagaimana obrolan-obrolan yang terjadi paska menyaksikan bersama musik video tersebut. Pada sesi talkshow, ada enam pembicara dari teman-teman REIM. Mereka adalah  Kadek Agus Sutika Utama Putra, Rizal a.k.a Murai Rustle, Agus Putra Wijaya, Gilang Ramadhan, Nova Ariana dan Satya Dharma. Serta ada teman-teman REIM Space lainnya dan kawan-kawan di luar komunitas yang hadir.

Pada sesi talkshow saya banyak menangkap kenyataan bahwa REIM diciptakan bukan hanya sebagai sebuah komunitas, tapi jauh lebih dalam lagi. REIM merupakan sebuah ruang tumbuh dan menjadi tukar tangkap gagasan lintas generasi. Bagaimana senioritas tidak hanya kita anggap sebagai sebuah sikap eksploitatif terhadap yang lebih junior.


Sumber : tatkala.co

Kontributor : [T]